Tips dan ide bisnis

Pengusaha gagal

7 Tanda Usaha yang Sedang Anda Rintis Akan Gagal

topik: Kewirausahaan penulis:

Jika Anda sedang menjalankan, berinvestasi dalam, atau bekerja suatu usaha yang sedang dirintis, 8 tanda peringatan di bawah ini ditujukan bagi Anda:

1. Tak seorang pun di perusahaan yang mengerti kebutuhan pelanggan

Bacalah 3 daftar teratas mana pun yang ditulis oleh orang-orang dengan reputasi di dunia bisnis dan daftar itu pasti akan menyebut “kenali pelanggan Anda – luar dalam”. Ini dikarenakan pelanggan adalah aset terpenting sebuah perusahaan.

Tanpa pelanggan, tidak akan ada penjualan. Dan tak akan ada pelanggan yang mau membeli dari Anda jika Anda tidak mengerti akan kebutuhan, keinginan, ketakutan dan kekhawatiran mereka – dan mengetahui semua data itu lebih daripada mereka sendiri!

Pastikan bisnis Anda berakar kuat dalam apa yang terjadi pada basis pelanggan Anda. Jika tidak, maka berarti Anda masih sedang berada dalam tahap berangan-angan untuk memiliki usaha yang sukses dan kegagalan akan segera terjadi.

2. Proses berpikir Anda terus menerus tertahan di gigi pertama

Mungkin itu adalah “agama” yang telah Anda pegang sejak kecil, atau menggunakan cara pelayanan pelanggan yang sama yang diajarkan oleh manajer pertama Anda di tahun 1990an. Mungkin juga berbagai opini yang mematahkan semangat yang masuk ke dalam diri Anda selama bertahun-tahun ini kini membuat Anda tak bisa maju.

Hal apapun yang memblok mental Anda saat ini, Anda harus menjernihkan pikiran Anda dan melangkah kembali ke realitas. Segera! Sadarilah bahwa “cara terbaik”Anda tidak selalu harus sama dengan cara terbaik yang diterima secara umum.

Opini Anda tidaklah lebih dari sekedar opini.

Kebanyakan para wiraswasta pemula tertahan dalam jebakan mental di mana mereka berpikir bahwa mereka tahu segalanya, bahwa mereka sudah mengalami banyak hal. Hal ini menghalangi mereka dari melihat apa yang dibutuhkan oleh pelanggan, karyawan, dan investor dari mereka sebagai sebuah perusahaan.

3. Anda berpikir bahwa Anda terlindungi dari pasang surut pasar

Pasar adalah seperti kekasih yang plin-plan. Jika Anda menyia-nyiakannya, maka pernikahan antara Anda dengan perusahaan Anda akan segera berakhir. Anda tak bisa melawan pasar dalam pertandingan tinju frontal.

Anda perlu beradaptasi dengan apa yang disodorkan oleh pasar: turun naik dan bermanuver untuk menghindari rentetan tembakan. Jika Anda bersikap arogan dan berpikir bahwa pasar akan memberikan semacam perlindungan pada Anda dan tidak pada kompetitor Anda, maka Anda tidak akan pernah bisa beradaptasi dengan perubahan yang terjadi seiring berjalannya waktu, atau untuk berinovasi dengan cukup cepat sesuai tuntutan kondisi pasar.

4. Anda menolak untuk mengubah arah tujuan ketika semua orang tahu dengan jelas bahwa Anda harus melakukannya

Bagaimana jika Sony memutuskan di tahun 1990an bahwa mereka tidak akan menciptakan pemutar CD portable setelah larisnya Walkman mereka yang begitu populer, dan malahan terus mengulik pemutar kaset dan menganggap tren CD tersebut sebagai tak lebih dari sekedar kehebohan sesaat? Atau menolak untuk berhenti memproduksi pemutar CD portable ketika tren digital mulai muncul?

Mereka akan tenggelam kan?

Jika sesuatu jelas-jelas tidak bekerja dan Anda tidak bersedia mengubahnya, Anda akan tenggelam. Jika perubahan telah tiba dan Anda memutuskan untuk menunggu dan melihat dulu sebelum beradaptasi, Anda akan tenggelam. Sesederhana itu.

Mulai sekarang

5. Anda tak bisa ‘menarik pelatuk’ tepat pada waktunya

Perusahaan pertama yang memasarkan produknya biasanya adalah merek-merek yang naik ke puncak dan menguasai pasaran untuk waktu yang lama. Tak selalu, tapi kebanyakan begitu. Ini dikarenakan Anda harus merilis produk untuk mendapatkan masukan, dan revisi pertama, kedua dan ketiga pada sebuah produk atau layanan jasa itulah yang akhirnya membuatnya menjadi yang terbaik.

Para pengusaha perintis wiraswasta yang sukses mereka yang memiliki jari penarik pelatuk yang tak tahan diam; bukan tipe visioner yang duduk diam berangan-angan tentang ide-idenya sepanjang hari.

6. Fokus Anda terlalu luas

Seorang pengarang tidak bisa menulis 10 buku di saat yang bersamaan dan berharap untuk memasarkan buku yang akan menjadi bestseller. Para pekerja konstruksi tidak bisa membangun tembok hingga fondasinya selesai diletakkan; ataupun atap sebelum dinding-dindingnya selesai didirikan.

Kesibukan luar biasa, melakukan multifungsi siang dan malam – ini bukanlah tanda dari kesuksesan sebuah bisnis. Memiliki fokus yang setajam sinar laser, mengetahui apa yang diinginkan pelanggan dan bagaimana caranya untuk menyalurkan produk kepada pelanggan demi memenuhi kebutuhan mereka, itulah kesuksesan.

Perjelaslah visi tunggal untuk perusahaan Anda terlebih dahulu. Lalu Anda boleh menjadi “sesibuk”yang Anda mau!

7. Anda tak peduli tentang uang

Inilah hal terpenting. Tanpa uang, Anda akan benar-benar tenggelam. Jika Anda melakukannya bukan untuk uang, jual saja perusahaan Anda pada seseorang yang ingin menghasilkan uang darinya dan perhatikan transformasi ajaib yang akan segera terjadi.

Memang mengejutkan, namun inilah salah satu dari alasan-alasan terbesar mengapa sebuah usaha yang baru dirintis itu gagal; masalah pendanaan yang tak memadai dan masalah keuangan lainnya. Para pengusaha yang menolak untuk berfokus dalam meningkatkan pendapatan dan meminimalkan pengeluaran adalah pengusaha yang ditakdirkan untuk gagal.

Perkerjakanlah seseorang untuk mengurus masalah keuangan jika Anda mau. Biar mereka membuat Anda bertanggung jawab dan menasihati Anda ketika ada langkah yang harus diambil.

Pengusaha muda sukses

Kesimpulan

Tak ada orang yang memulai sebuah usaha dengan tujuan untuk gagal separah mungkin. Untuk melakukan kesalahan yang lebih besar dan lebih buruk dari yang pernah dilakukan siapa pun sebelumnya sepanjang sejarah.

Bicara soal sejarah. Sejarah meninggalkan banyak petunjuk. Anda tidak perlu gagal jika Anda bisa mengikuti nasihat yang diberikan di sini dan di banyak sumber dengan reputasi baik yang memberitahukan cara-cara agar tidak gagal.

Memiliki usaha Anda sendiri tidak menawarkan jalan tol kepada kebebasan, kebahagiaan, dan kekayaan. Tidak sama sekali. Merintis sebuah usaha itu sulit, menuntut, dan bisa menjatuhkan semangat.

Temukan solusi sembari menjalaninya. Tapi juga dengarkan nasihat dari mereka yang telah belajar dari kesalahan mereka, agar Anda tidak perlu mengulangi kesalahan yang sama!

Gabung milis kami!

Gabung ke milis kami untuk menerima tips bisnis mingguan.

Terima kasih - mohon dicek email inbox anda untuk mengkonfirmasi pendaftaran

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Artikel terbaru dari Kewirausahaan

Gabung ke Milis kami!

Gabung ke milis kami untuk memperoleh tips bisnis mingguan.

Terima kasih - mohon dicek email inbox anda untuk mengkonfirmasi pendaftaran

Pin It on Pinterest

Kembali ke Atas