Jakarta, Indonesia

Indonesia 2050: Ekonomi No. 4 Terbesar Dunia

topik: Keuangan penulis:

Perpindahan kekayaan dari Barat ke Timur sedang terjadi. Dimana posisi Indonesia?

Menurut laporan dari salah satu firma financial terbesar di dunia, PwC, ekonomi dunia akan ‘dijungkir-balikkan’ selama 30 tahun kedepan. Yang tadinya berjaya akan menjadi salah satu yang terbawah; sebaliknya, tadinya yang dibawah akan menjadi yang teratas.

Kejutan terbesar untuk kita yang berada di Indonesia? Pada tahun 2050, Indonesia bisa menjadi nomor 4 terbesar di dunia dalam hal GDP (atau PDB – Produk Domestik Bruto.)

Tidak hanya Indonesia, India dan Vietnam diproyeksikan untuk menjadi negara-negara berpengaruh di tahun 2050.

India akan menjadi ekonomi nomor 2 terbesar di dunia, sedangkan Vietnam akan menjadi ekonomi yang bertumbuh paling cepat di dunia, untuk menjadi nomor 20 di dunia pada tahun 2050.

“Tidak mungkin!” kata anda? Ya, boleh-boleh saja berpendapat, tapi kenyataannya demikian. Berdasarkan analisa PwC terhadap pertumbuhan ekonomi, penghasilan rata-rata dan berbagai macam faktor, Indonesia memang tengah menanjak sampai 2050 dan tahun-tahun mendatang.

Berikut adalah rekap dari laporan PwC yang begitu mengejutkan:

  • India akan melewati Amerika Serikat, dan akan menjadi ekonomi nomor 2 terbesar di dunia pada tahun 2050.
  • Indonesia akan melewati ekonomi besar seperti Jepang dan Jerman dan menduduki nomor 4 perekonomian terbesar di dunia pada tahun 2050.
  • Vietnam bisa menjadi ekonomi yang paling pesat pertumbuhannya, naik ke nomor 20 dunia pada 2050.
  • Pada tahun 2050, 6 dari 7 ekonomi terbesar dunia adalah negara-negara berkembang.
  • 27 negara Uni Eropa hanya akan menguasai 10 persen total PDB dunia pada 2050.

Kok bisa? Apa buktinya?

Sebenarnya teori perpindahan kekayaan telah diajarkan di kelas-kelas ekonomi universitas terkemuka. Pada dasarnya, teori perpindahan kekayaan adalah seperti berikut: Sepanjang sejarah ekonomi yang telah dicatat, setiap periode 500 tahun akan terjadi perpindahan kekayaan dan kekuatan dari Barat ke Timur dan sebaliknya.

Saat ini kita sedang ditengah-tengah perpindahan tersebut: Kekayaan sedang berpindah dari Barat ke Timur. Ada banyak tanda-tanda “jaman”:

  • Bank di dunia Barat sedang “hampir bankrut” (insolvent),
  • Ekonomi negara-negara Barat sedang galau – utang Amerika Serikat sudah triliunan dollar. Beberapa negara Uni Eropa seperti Yunani dan Italia sedang mengalami kesulitan ekonomi,
  • Banyak investor Barat berinvestasi di negara-negara Timur,
  • Ada banyak pandangan, tapi saya percaya bahwa uang yang sebenarnya adalah logam mulia, bukan uang kertas, koin ataupun Surat Utang Negara (SUN.) Orang-orang di Timur banyak berinvestasi di logam mulia, orang-orang di Barat banyak berinvestasi di produk-produk investasi.  Bisa dikatakan emas mengalir dari Barat ke Timur.
  • Banyak orang-orang kaya berada di Asia: 62 persen orang kaya baru berasal dari Asia (sumber.)
  • dan lain-lain.

Kalau mau penjelasan detailnya, video 43 menit ini dapat membantu Anda:

Atau jika anda tertarik belajar melalui gambar, grafik ini menggambarkan perpindahan kekayaan dari Barat ke Timur yang ditunjukkan oleh evolusi “pusat gravitasi” ekonomi dunia:

Economic center of gravity

Menurut Richard Dobbs, salah satu yang terlibat di studi mengenai evolusi perekonomian dunia, “pusat gravitasi” ditentukan oleh data-data mengenai urbanisasi, dimana saat ini sedang mengalami kemajuan pesat di negara-negara berkembang seperti Indonesia, India dan Vietnam.

Proyeksi diatas bisa terjadi jika…

Tentunya prediksi bisa luput mengingat banyak faktor yang bisa berubah selama periode 33 tahun sampai 2050. Untuk mencapai tingkat pertumbuhan sesuai dengan yang diprediksikan PwC, Pemerintah negara-negara berkembang harus berinvestasi secara efektif dan berkesinambungan di bidang pendidikan, infrastruktur dan teknologi.

Tidak hanya itu, Pemerintah harus menjaga kestabilan ekonomi, politik, hukum dan sosial sehingga bisa memberikan iklim yang baik untuk memacu inovasi dan kewirausahaan.

Bagaimana cara pengusaha bisa mengambil kesempatan?

Menurut salah satu penulis laporan PwC, John Hawksworth, pelaku-pelaku bisnis harus dapat melalui badai politik dan ekonomi jangka pendek yang muncul berkala di negara-negara berkembang. Kunci untuk mengambil keuntungan dari trend positif di Indonesia dan negara-negara Asia lainnya adalah fleksibilitas dalam meresponi tren dan kesabaran dalam pencapaian hasil.

Kesimpulan

Ini bukan mimpi; ini harapan – mudah-mudahan generasi muda Indonesia mengerti bahwa, sama seperti siklus ekonomi dan siklus-siklus lainnya, perpindahan kekayaan tidak bisa terelakkan. Kalau kita gagal dalam meresponi, potensi pertumbuhan yang diproyeksikan PwC tidak akan tercapai.

Naik ombaknya dan berselancarlah – ambil setiap kesempatan yang ada dan buatlah sesuatu yang besar!

Pengusaha berselancar mengambil kesempatan

Gabung milis kami!

Gabung ke milis kami untuk menerima tips bisnis mingguan.

Terima kasih - mohon dicek email inbox anda untuk mengkonfirmasi pendaftaran

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*