Kalahkan si jahat!

3 Tantangan Pribadi Terbesar Yang Dihadapi Oleh Seorang Pengusaha Berpengalaman

topik: Kepemimpinan/Pengembangan Diri penulis:

Ada perkataan bahwa 8 hingga 9 dari 10 bisnis akan jatuh dalam dua tahun pertama. Seiring berjalannya waktu hingga mencapai titik 4 tahun, 50 persen dari usaha yang masih bertahan pun menuju ke liang kubur bisnis. Statistik seperti ini dapat dengan mudah menakuti bahkan orang yang paling berani di antara kita sekalipun.

Ketidakmampuan, kurangnya pengalaman serta ‘kebodohan’ adalah tiga alasan terbesar yang tercatat dalam kasus-kasus kegagalan bisnis yang terjadi setelah melewati tingkat perintisan usaha. Pergumulannya banyak, sementara perjalanannya panjang tanpa kepastian.

Pengusaha kerja

Sebagai pengusaha, kesuksesan Anda 100% bergantung pada kemampuan Anda menyelesaikan suatu pekerjaan – untuk melakukan apapun yang harus dilakukan dan mengawasi orang-orang yang ditugaskan untuk melakukan pekerjaan yang tidak bisa Anda lakukan sendiri.

Pada dasarnya, Anda harus selalu siaga setiap hari. Tak ada tempat untuk dalih. Pikiran Anda harus selalu tajam, ketahui apa yang Anda inginkan, dan bangunlah setiap pagi dengan tekad untuk mendapatkannya – bagaimana pun caranya. Seperti kata pepatah kuno, Anda adalah musuh terbesar diri Anda sendiri.

Anda harus mengetahui semua keterbatasan diri Anda dan melawan 3 tantangan pribadi terbesar di dalam diri Anda sebelum mereka akhirnya membunuh bisnis Anda:

Tantangan #1: Bersikap apatis

Apatis

Bersikap apatis adalah masalah besar bagi mereka yang telah menjalani usaha dalam waktu lama, dan kini segala sesuatunya terasa membosankan. Anda memulai dengan luar biasa, tapi kini Anda hanya menjalani hari demi hari. Usaha Anda tidak lagi menginspirasi. Anda telah kehilangan gairah dan dorongan – ada sesuatu yang jelas-jelas telah terputus di antara diri Anda, tujuan Anda, dan para staf Anda.

Ketidakpedulian terhadap usaha Anda ini mirip dengan depresi; sebuah masalah yang muncul ketika kita tidak lagi merasa termotivasi untuk mendobrak maju dalam hidup. Begitu Anda mencapai titik ini, usaha Anda kemungkinan besar akan segera jatuh, tak peduli tingkat kesuksesan dalam industri Anda saat ini. Mentalitas apatis yang tidak mengizinkan Anda untuk berinovasi ini akan mengizinkan masalah untuk membusuk, dan kompetisi akan menyerbu dan mengambil apa yang sebenarnya adalah milik Anda.

Saya berjanji untuk memberitahukan pada Anda tanda-tanda peringatan akan masalah ini. Namun, tidak mungkin ada orang yang bisa mengajarkan Anda bagaimana untuk merasa lebih terhubung dengan sesuatu yang dulunya adalah ambisi Anda, namun kini lebih terasa seperti lalat di dinding hidup Anda. Anda hanya perlu mencari jalan untuk terhubung kembali, atau juallah usaha Anda dan mulai sesuatu yang baru yang menarik bagi Anda.

Tantangan #2: Berleha-leha

Berleha-leha

Hal ini juga disebut sebagai penundaan: Tindakan dengan sengaja menghindari apa yang Anda tahu harus Anda kerjakan, dan menggantikannya dengan sesuatu yang tak berguna untuk mengisi waktu. Begitu Anda cukup sering menunda, hal ini akan menjadi apa yang disebut oleh Eric Thomas sebagai “suatu budaya.” Sebuah kebiasaan yang mirip dengan merokok atau mengonsumsi alkohol yang menjadi hal yang begitu normal, hingga Anda tidak sadar bahwa Anda memiliki masalah – hingga titik di mana sudah terlambat bagi Anda untuk melakukan apapun untuk menyelamatkan diri!

Saya percaya, inilah alasan mengapa orang-orang yang menyusun dan mengikuti daftar hal-hal yang harus dilakukan menjadi begitu sukses dalam mencapai gol dalam karier dan usaha mereka. Bahkan, menjadi seorang pembuat daftar yang sangat ketat mungkin adalah satu-satunya cara untuk memastikan Anda tidak berleha-leha sampai bangkrut – tentunya di samping mendapatkan PEKERJAAN dan mempertanggungjawabkan pekerjaan Anda pada manajer Anda!

Tantangan #3: Kepuasan diri

Berpuas diri
foto oleh Tjeerd / Flickr

Kecuali jika Anda telah pensiun dengan telur emas yang Anda tahu akan mencukupi hidup Anda hingga akhir, maka Anda tidak boleh mereka terlalu puas. Tidak dalam aspek apapun dalam hidup Anda dan juga tidak dalam usaha Anda. Kepuasan menghentikan langkah Anda dan menghalangi pertumbuhan diri Anda.

Ingatlah bahwa hal ini berbeda dengan kebahagiaan. Mereka yang merasa bahagia akan terus melangkah maju untuk memastikan agar mereka tidak terjerumus ke dalam keputusasaan. Tapi mereka yang merasa puas menjadi malas dan kehilangan resolusi mereka – mereka merasa sudah berada di puncak dan tidak akan pernah bisa jatuh.

Perasaan ini juga biasanya mendahului sebuah kesuksesan monumental, tapi juga merupakan alasan terbesar dari banyak kisah tentang dari kaya hingga jatuh miskin yang sering kita dengar. Seperti para pemenang undian yang entah bagaimana bisa menghabiskan 30 juta dolar dalam dua tahun, atau pemain basket yang pensiun setelah empat puluh tahun (dengan pendapatan 100 juta dolar per tahun) dan harus kembali ke cabang olah raga tersebut di usia 40 tahun karena kehabisan uang.

Jawaban untuk melawan tantangan ini adalah dengan menghindari perasaan terlalu nyaman. Terus maju ke wilayah yang belum Anda masuki sebelumnya sebanyak mungkin. Jangan menjadi sombong atau tiba-tiba memutuskan bahwa Anda hanya perlu bekerja jika Anda sedang merasa ingin bekerja.

Semuanya tergantung ANDA!

Tiga tantangan pribadi terbesar di atas adalah faktor-faktor yang bisa dikendalikan sepenuhnya oleh setiap pengusaha. Kegagalan dalam mengendalikannya akan berakibat pada kehancuran yang tak terhindarkan.

Jika Anda tidak mengizinkan diri Anda terperosok ke dalam genggaman mereka maka Anda akan selalu siaga, serta bisa memastikan agar usaha Anda selalu melangkah maju menaiki lintasan yang menanjak naik.

Ayo – kalahkan ‘setan’-mu!

Kalahkan si jahat!

Gabung milis kami!

Gabung ke milis kami untuk menerima tips bisnis mingguan.

Terima kasih - mohon dicek email inbox anda untuk mengkonfirmasi pendaftaran

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*