Richard Branson tentang kepemimpinan

6 Tips Untuk Menjadi Bos yang Baik

topik: Kepemimpinan/Pengembangan Diri penulis:

Harus kita akui, hampir semua orang yang terlibat dalam manajemen gagal untuk mendapatkan status bos yang keren. Bagi kebanyakan manajer amatir atau pemilik usaha yang baru merintis usahanya, menjadi seorang bos yang cukup baik pun telah terbukti sebagai hal yang paling menantang yang harus mereka hadapi.

Sebagai seorang bos, Anda harus menyelesaikan pekerjaan sendiri, sembari mengatur sekian banyak karyawan dan semua drama yang mungkin mereka bawa ke kantor – sambil mencoba mengikuti anggaran yang telah ditentukan agar atasan Anda dan/atau bank tetap senang. Ini bukan hal yang mudah, namun ada hal-hal yang bisa Anda lakukan untuk menjadikan diri Anda bos yang lebih baik di esok hari dibanding hari ini;

1. Kepercayaan karyawan harus menjadi hal nomor satu dalam agenda Anda

Mendapatkan kepercayaan adalah masalah kejujuran dan kemampuan memegang janji. Jangan pernah berbohong. Jika Anda tidak bisa memberitahukan sesuatu yang spesifik tentang suatu hal, katakan pada karyawan Anda bahwa Anda tidak bisa mendiskusikan hal tersebut. Jika Anda harus menolak suatu permintaan, berterus teranglah apa adanya dan berikan alasan yang jelas.

Jangan salah, Anda pasti akan dihadapkan dengan situasi di mana Anda harus menyimpan rahasia dari bawahan Anda. Anda akan harus menolak permohonan cuti dadakan. Anda akan harus menegur orang yang melanggar peraturan, bahkan melakukan pemecatan. Itulah bisnis!

2. Jangan jadikan karyawan sebagai papan gema (corong) emosi Anda

Hal ini akan menjadikan Anda seorang bos yang baik di mata para bawahan, jika Anda bisa melakukannya. Anda adalah seorang pemimpin. Adalah tugas Anda untuk mendengarkan keluhan karyawan tentang apa yang membuat mereka tak senang di perusahaan (ataupun di luar perusahaan). Bahkan, Jendral Colin Powell pernah membuat pernyataan terkenal: “Hari di mana para prajurit berhenti membawa masalah mereka padamu adalah hari di mana kau berhenti memimpin mereka.”

Walaupun setiap orang butuh corong untuk menumpahkan beban emosional mereka, seorang bos yang baik tidak akan membebankan tanggung jawab itu pada bawahan mereka. Terutama dalam soal masalah perusahaan seperti rencana pemotongan anggaran, masalah antara Anda dengan manajemen atas, dan lain-lain.

3. Memimpinlah dengan Memberikan Contoh

Anne Thackeray Ritchie menuliskan dalam cerita pendeknya, Mrs. Dymond: “… Berikan seekor ikan pada seseorang dan sejam kemudian ia akan kembali lapar; jika kau mengajarinya untuk menangkap ikan sendiri kau telah menolongnya agar tidak kelaparan lagi.” Anda mungkin mengira ini adalah peribahasa Cina kuno karena kesalahan informasi di luar sana, namun kutipan ini sungguh-sungguh berasal dari sang penulis.

Kutipan ini memiliki banyak interpretasi, namun dalam hubungannya dengan menjadi seorang manajer yang baik, maka ini berhubungan dengan mengajar / memimpin / menunjukkan dengan cara memberikan contoh. Berikan seseorang / sesuatu untuk ditiru oleh para bawahan Anda, atau bahkan untuk dijadikan panutan, maka sembilan puluh persen kemungkinan, mereka akan berjuang untuk menjadi yang terbaik yang mereka bisa.

Memimpinlah dengan memberikan contoh kapan pun Anda bisa. Seorang manajer penjualan yang baik akan selalu menunjukkan pada bawahannya bagaimana cara berjualan dengan cara menjual sesuatu kepada seseorang di depan para bawahannya. Seorang tukang ledeng menunjukkan pada muridnya bagaimana cara menyolder pipa dengan benar-benar menyolder pipa sementara si murid memperhatikan.

Jadilah bos yang adalah pendengar yang baik

4. Berusahalah untuk menjadi pendengar (komunikator) terbaik yang Anda bisa

Steven Covey mendeskripsikan dengan tepat bagaimana kebanyakan kita berkomunikasi dengan orang lain: “Kebanyakan orang yang mendengar tidak mendengarkan dengan niat untuk mengerti; mereka mendengarkan dengan niat untuk menjawab.” Tepat sekali bukan? Kebanyakan kita, termasuk bos, mendengar dengan cara yang sama saat kita membaca cepat; mendengarkan sepintas lalu, menangkap beberapa kata kunci, lalu menunggu saat di mana orang tersebut akhirnya berhenti bicara agar kita bisa melontarkan jawaban kita sendiri.

Sebagai bos yang baik, Anda perlu belajar secara cepat untuk menjadi pendengar yang handal (yang adalah komponen terpenting dalam komunikasi). Dengarkanlah dengan sungguh-sungguh, atau Anda akan menyesal nantinya. Anda harus hampir menyamakan antara mendengarkan bawahan Anda dengan mendengarkan istri atau suami Anda: Seperti hidup dan kebahagiaan Anda bergantung padanya!

5. Pelajari seni menjauhkan diri

Sungguh, Anda tidak bisa benar-benar berteman dengan bawahan dalam kebanyakan dunia pekerjaan. Beberapa bos yang hebat memang bisa melakukannya, tapi kita berusaha untuk menjadi cukup baik; yang artinya, seperti yang tadi disebutkan, akan memposisikan Anda dalam tingkatan bos level tinggi. Pertahankanlah agar sosialisasi Anda dan karyawan di luar pekerjaan hanya terjadi di hari Natal, atau acara makan malam perayaan khusus.

Anda tentunya perlu menanyakan kabar keluarga mereka dan menceritakan sedikit tentang keluarga Anda sendiri dalam acara-acara ini, tapi jangan membuat acara kumpul dan interaksi rutin yang membuat Anda dan mereka menganggap satu sama lain sebagai sobat dan teman. Hal ini akan berakhir pada kekacauan ketika tiba waktunya melakukan penertiban atau bahkan memecat seseorang yang tidak berkontribusi bagi perusahaan.

6. Doronglah karyawan untuk memberikan saran dan masukan tanpa perlu takut mendapat tekanan dari Anda

Anda bekerja dengan orang-orang dewasa. Tentunya, mereka harus menyampaikan pendapat mereka dengan memperhatikan sopan santun, tapi mereka perlu memberitahukan pendapat mereka tentang performa Anda di mata mereka. Beberapa dari pendapat mereka mungkin tidak perlu Anda dengar sama sekali, seperti misalnya jika ada orang yang mengatakan bahwa mereka tidak suka bagaimana mata Anda berkedut ketika sedang membahas masalah batas waktu. Ada hal-hal yang memang tidak bisa diubah.

Terkadang masukan tidak lebih dari pendapat pribadi yang sama sekali tidak mencerminkan kemampuan Anda dalam melakukan tugas Anda. Namun terkadang, masukan tersebut bisa menjadi peringatan atau bendera merah untuk Anda meningkatkan kualitas dan kemampuan diri Anda. Doronglah mereka memberi masukan, dan pastikan Anda mendengarkan saat mereka berbicara!

Gambar utama oleh Virgin.com

Gabung milis kami!

Gabung ke milis kami untuk menerima tips bisnis mingguan.

Terima kasih - mohon dicek email inbox anda untuk mengkonfirmasi pendaftaran

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*