Tips dan ide bisnis

Mitos kepemimpinan

4 Mitos Urban Tentang Gaya Kepemimpinan yang Telah Terbongkar

topik: Pengembangan Diri penulis:

Alasan mengapa saya menyebut mitos-mitos kepemimpinan di bawah ini sebagai ‘mitos urban’ adalah karena semuanya tak lebih dari sekedar itu saja: mitos.

Kita semua berpikir bahwa kita mengetahui definisi dari pemimpin yang ideal. Seorang komunista bertangan besi, atau seseorang dengan gaya tegas tapi adil dengan cahaya yang terpancar dari dirinya. Tentunya para pemimpin yang baik melihat segala sesuatu, tahu segala sesuatu, selalu adalah seorang visioner, dan selalu tahu hal yang tepat untuk dikatakan, bukan?

Tidak sama sekali…

1. Para pemimpin adalah orang-orang ekstrovert – para introvert tidak perlu berusaha menjadi pemimpin!

Mark Zuckerberg
photo credit: Ken Young / Flickr

Pernahkah ada orang yang menyebut Bill Gates sebagai seorang figur karismatik? Pernahkah Anda melihat Warren Buffett bersikap heboh dan bergerak aktif saat mengucapkan salah satu pidatonya yang terkenal monoton tentang keadaan pasar saham? Bagaimana dengan Mark Zuckerberg yang begitu tenang tetapi dahsyat? Tentu tidak, itu bukan sifat mereka – dan saya yakin pada tingkat hidup dan karier mereka saat ini, mereka amat sangat nyaman dengan label introvert mereka.

Keduanya juga ada dalam peringkat ketiga teratas dalam daftar Orang Terkaya Dunia, dengan perbedaan 6 milyar dolar di antara kekayaan pribadi mereka. Ada begitu banyak pemimpin lainnya yang juga adalah introvert.

2. Pemimpin adalah seorang visioner – mereka bisa melihat masa depan!

Tidak semua orang bisa menjadi seperti si legendaris mantan CEO dari General Electric, Jack Welch; seorang pemimpin visioner yang seorang diri membawa perusahaan remeh senilai 14 juta dolar menjadi kerajaan 410 milyar dolar dalam 20 tahun kepemimpinannya. Orang-orang seperti dirinya ini mempropagandakan mitos urban bahwa para pemimpin pasti bisa melihat ke masa depan dan mengejar visi mereka dengan kejernihan yang tanpa keraguan.

Sebenarnya, banyak visioner gagal – atau menenggelamkan perusahaan mereka secara total karena visi dan ego mereka. Lihatlah berapa banyak penggabungan besar yang gagal seperti penyatuan antara AOL dan Time Warner di era dot-com. Baik Jack Levin, Steve Case, atau siapa pun dari pemimpin “visioner” dari kedua perusahaan itu tidak dapat dikategorikan sebagai pemimpin visioner hari ini. Mereka sungguh telah menjadi bahan tertawaan. Penggabungan tersebut menghancurkan kerajaan AOL dan menyebabkan nilai saham mereka jatuh sebanyak 206 milyar dolar dalam waktu kurang dari dua tahun.

3. Jika pemimpin bisa melakukan bagian mereka, mereka akan mendapatkan bagian itu – berpura-pura hebatlah sampai kau mendapatkannya!

Rolls Royce kuning

Filosofi ini mungkin akan berhasil bagi tipe artis yang Anda lihat di YouTube. Mungkin juga bagi para pembicara motivasi yang baru saja mulai. Atau jika anda seorang remaja miliarder di Instagram yang sepertinya suka menghambur-hamburkan uang. Memang, saat-saat di mana Anda memiliki kemampuan sosial dan berbicara di depan umum yang kurang baik, atau Anda harus mendekati seorang gadis, atau naik ke panggung pada suatu waktu, Anda mungkin harus berpura-pura agar terlihat berpengetahuan dan karismatik.

Bagi para pemimpin, memalsukan kemampuan untuk memimpin sebuah perusahaan adalah resep untuk sebuah kekacauan. Dan semakin banyak hal yang dituntut dari mereka pada suatu posisi, semakin tinggi kemungkinan mereka untuk jatuh terjerembap ketika diperhadapkan dengan tantangan. Berpura-pura bahwa keterbatasan Anda saat ini seolah tidak ada akan membuat Anda stagnan dan bukan seorang pemimpin.

Memalsukan percaya diri adalah sesuatu yang dilakukan para remaja untuk berbicara pada laki-laki atau perempuan yang mereka sukai. Memalsukan pengetahuan adalah sesuatu yang mungkin bisa dilakukan oleh seseorang yang mencoba mendapatkan pekerjaan sebagai murid tukang ledeng atau montir (posisi training). Memalsukan kemampuan memimpin akan menempatkan Anda pada situasi di depan dan pusat, di mana Anda tidak akan bisa berpura-pura lagi ketika semuanya akhirnya terbongkar dan Anda hanya bisa terdiam.

4. Pemimpin harus terus berkomunikasi dengan stafnya – manajemen mikro adalah kunci!

Kami semua tahu bahwa mitos urban ini tidak benar, tapi berapa banyak dari kita yang telah berhadapan dengan bos yang tak henti-hentinya menelepon? Lebih parah lagi, mungkinkah Anda akan menjadi seperti itu suatu hari? Hal ini terjadi di seluruh penjuru dunia. Para manajer diajarkan bahwa mereka harus terus menerus memantau staf mereka, memperhatikan apa yang mereka lakukan untuk memastikan bahwa mereka melakukan segala sesuatunya dengan benar.

Namun demikian, pemimpin yang sesungguhnya seperti Richard Branson, Larry Page, Mark Cuban dan banyak lagi seperti mereka, tahu bahwa mereka tidak bisa mengembangkan bisnis mereka kecuali jika mereka memiliki para manajer yang bisa mereka percayai. Orang-orang yang bisa bekerja tanpa dikekang oleh pengawasan dan tetap membuahkan hasil yang baik. Jika Anda tak bisa belajar untuk melangkah mundur dan memperbaiki proses perekrutan untuk memasukkan orang-orang yang bisa memimpin tanpa pengawasan, Anda tidak akan bisa mencapai tingkat tinggi dalam bisnis yang Anda inginkan.

Superhero kecil

Pemimpin itu dibentuk – Kepemimpinan bukanlah keahlian yang didapat sejak lahir

Semua mitos ini, beserta mitos-mitos lainnya, masih tersebar di dunia bisnis. Semoga, saya telah berhasil membongkar setidaknya beberapa dari mitos-mitos tersebut dalam pikiran Anda hari ini. Berubah menjadi seorang pemimpin terkenal membutuhkan latihan. Banyak dari orang-orang top dunia ini terlihat begitu nyaman dalam posisi mereka, sehingga sulit dipercaya bahwa mereka tidak dilahirkan dalam keadaan sudah seperti itu – bahwa takdir mereka telah ditetapkan saat mereka keluar dari dalam kandungan.

Tidaklah demikian. Tantangan-tantangan dalam hidup membentuk diri mereka yang sekarang. Mereka tidak berpikir bahwa sifat introvert mereka membuat mereka tidak memenuhi syarat untuk menjadi seorang pemimpin, atau bahwa mereka terdiskualifikasi karena kekurangan visi. Mereka tidak datang kepada konglomerat milyaran dolar untuk diwawancara untuk posisi CEO dan langsung mendapatkan posisi luar biasa itu hanya dengan berbekal bakat, akal dan kepercayaan diri mereka.

Pemimpin bekerja keras dan mengembangkan kepemimpinan mereka, sesederhana itu.

Jangan terjerat mitos dan asumsi tentang kepemimpinan. Hampir semua orang bisa menjadi seorang pemimpin. Namun pertanyaanya, apakah anda memiliki kemauan untuk menjadi pemimpin handal?

Gabung milis kami!

Gabung ke milis kami untuk menerima tips bisnis mingguan.

Terima kasih - mohon dicek email inbox anda untuk mengkonfirmasi pendaftaran

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Artikel terbaru dari Pengembangan Diri

Gabung ke Milis kami!

Gabung ke milis kami untuk memperoleh tips bisnis mingguan.

Terima kasih - mohon dicek email inbox anda untuk mengkonfirmasi pendaftaran

Pin It on Pinterest

Kembali ke Atas