Pengusaha yang sedang mengalami kejenuhan

8 Cara untuk Menghindari Sindrom Burnout (Kejenuhan) Wiraswasta

topik: Kewirausahaan/Pengembangan Diri penulis:

EBS (Entrepreneur Burnout Syndrome) atau Sindrom Kejenuhan Wiraswasta adalah wabah yang kian meluas di kalangan dunia bisnis. Ribuan perintis dan pemilik SMB menghadapinya setiap hari. Kegagalan dalam mengenali tanda-tandanya adalah salah satu bagian utama dari masalah yang dihadapi para kaum wiraswasta.

Yang lebih parah lagi, jika Anda tidak mengetahui apa yang harus dilakukan demi menghindari atau menghapuskan perasaan-perasaan negatif tersebut, serta mengembalikan sisi industrialis yang penuh semangat dari diri Anda saat memulai usaha Anda, maka Anda akan sulit untuk tidak pasrah pada penyakit yang melumpuhkan ini begitu ia menyerang.

Pengusaha yang sedang kepusingan

Berikut adalah beberapa cara untuk menangkis kejenuhan berwiraswasta, berapa lama pun Anda telah berkutat dalam bisnis Anda:

1. Pastikan pikiran Anda terfokus dan lurus

Cara pikir selalu merupakan kunci. Tidak ada seorang pun yang menggaji Anda, jadi bagaimana semuanya berjalan adalah tergantung Anda (hampir semuanya). Sikap perlahan dan tenang memang bisa memenangkan pertandingan, tapi Anda harus menemukan cara untuk mempertahankan level energi Anda di 100% kapan pun dibutuhkan.

Ini artinya Anda perlu menemukan cara untuk mengukur dan memaksimalkan energi mental Anda agar selalu siap untuk menyerang seperti banteng jika dibutuhkan, lalu kembali ke intensitas normal dan memulihkan diri ketika kondisi bisnis sedang memungkinkan.

2. Jangan berjanji secara berlebihan pada diri Anda sendiri

Apa yang terjadi jika Anda tak sanggup mendapatkan 1000 rekening di bulan pertama? Atau ketika Anda belum menjadi milyuner di akhir tahun pertama? Jika Anda menjawab “EBS”, maka Anda benar!

Meramalkan, memproyeksikan, dan menentukan gol-gol – semua ini memang penting bagi wiraswasta mana pun. Sama halnya dengan saat berbisnis dengan para klien, Anda harus “menjanjikan sesedikit mungkin” dan “mencapai sebaik mungkin” bagi diri Anda sendiri. Jika tidak, pikiran Anda akan menderita dan kejenuhan akan selalu menjadi seperti monyet yang selalu bergelayutan di punggung Anda.

3. Bagi semua hal menjadi beberapa bagian!

Apa yang terjadi di jaman sekolah ketika Anda harus mengumpulkan laporan tentang sebuah buku di hari Kamis dan Anda bahkan belum selesai membaca bab pertama di akhir jam pelajaran di hari Rabu? Kiamat, suram, ketakutan, jantung berdebar, pengonsumsian kafein berlebihan?

Kemungkinan besar semua hal tersebut, dan bahkan lebih lagi, termasuk merasa sangat kelelahan dan mungkin sedikit kecewa ketika Anda menerima laporan Anda kembali dengan nilai jelek. Anda mungkin kemudian berjanji untuk tidak akan menunda-nunda lagi untuk menghindari penyiksaan batin, namun kemudian tetap melakukan hal yang sama di kali berikutnya.

Mungkin Anda cukup beruntung untuk tidak pernah menjadi orang yang seperti itu sama sekali, bisa saja…

Intinya adalah, jika Anda membagi pekerjaan menjadi bagian-bagian kecil, akan lebih mudah bagi Anda untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan itu. Dengan begini, Anda tidak akan merasa tertekan dan frustrasi – atau setidaknya tidak merasa demikian setiap saat! Murid yang pandai mengerti konsep ini. Begitu juga halnya dengan para pengusaha yang pandai dan sukses.

4. Simpan daftar cita-cita dekat dengan Anda setiap saat

Ini bukan semacam daftar pasif yang Anda simpan jauh di alam bawah sadar Anda. Anda perlu menyimpan daftar yang disusun dengan jelas berisi cita-cita Anda sebagai wiraswasta, dekat dengan di mana pun Anda bekerja dan kapan pun. Simpan di perangkat Anda dan bahkan secara tertulis dalam jurnal cita-cita. Baca daftar ini secara rutin dan lihat hal-hal mana yang sudah ketinggalan jaman atau tidak lagi sesuai dengan jalan yang sedang Anda tempuh dalam bisnis saat ini.

Di saat Anda sedang tertekan, Anda bisa melihat daftar itu sebagai inspirasi. Ketika keadaan sedang bagus, daftar ini bisa membantu Anda tetap berjalan di jalur yang benar dan mencegah penyimpangan yang hanya akan mengakibatkan stress bagi diri Anda dan akhirnya membuat Anda jenuh.

Pengusaha minum kopi

5. Jangan “serakah” dalam pekerjaan!

Outsourcing telah menjadi begitu mudah dan terjangkau di jaman ini. Jangan menampung semua pekerjaan yang Anda benci hanya demi menghemat beberapa dolar atau karena Anda adalah seorang narsis yang berpikir bahwa Anda harus melakukannya sendiri untuk melakukannya dengan benar.

Cara kerja seperti ini adalah resep pasti untuk mengalami EBS. Adelaid Lancaster of the Big Enough Company menasihatkan: “Jangan menampung tugas-tugas berat atau memberikan pekerjaan yang tidak Anda sukai pada diri Anda sendiri. Sebaliknya, gunakan orang lain dan rencanakan pekerjaan yang Anda inginkan untuk diri Anda sendiri. Dijamin, hanya dengan demikianlah Anda akan mendapatkannya.

6. Kenali jaringan support Anda – simpan nomor telepon mereka di speed dial

Kepada siapa Anda bisa berpaling ketika membutuhkan nasihat, bahu untuk bersandar, atau bantuan dalam pekerjaan fisik ketika sub-kontraktor Anda meninggalkan Anda sendirian dalam keadaan terjepit pada pukul 6 pagi di hari itu? Anda memerlukan orang-orang yang bisa Anda percayai dan andalkan. Anda perlu banyak pendukung, termasuk kontak bisnis, teman, dan keluarga, di sekeliling Anda.

Dan Anda perlu mengevaluasi ulang jaringan Anda secara terus menerus. Jika tidak, Anda akan terjepit dalam dilema yang membutuhkan keahlian atau wawasan dari seseorang, sementara orang tersebut tidak ada dalam jaringan Anda. Lihatlah masalah bisnis terbesar Anda saat ini dan lihatlah apakah Anda bisa menemukan orang dalam jaringan Anda yang bisa membantu Anda.

Jika Anda tidak bisa menemukan orang tersebut, waktunya untuk mengangkat telepon dan pergi ke luar sana untuk menemukan mereka!

7. Tentukan jadwal Anda sendiri

Merupakan suatu keanehan bahwa kemampuan untuk mengatur jadwal pribadi merupakan hal terutama yang mendorong setiap wiraswasta baru untuk membuat keputusan untuk terjun ke bidang ini. Namun tak lama kemudian mereka mulai mengeluh bahwa mereka harus selalu bekerja dan tak pernah memiliki cukup waktu bagi diri mereka sendiri serta keluarga mereka. Masalah ini akan dengan cepat mengakibatkan kejenuhan wiraswasta.

Anda sebenarnya memiliki kekuasaan untuk menentukan jadwal Anda sendiri. Jadi lakukanlah hal itu! Ketika pekerjaan Anda selesai, Anda harus benar-benar selesai. Ketika Anda merencanakan untuk berakhir pekan, matikan ponsel Anda – sewa seseorang untuk menjawabnya untuk Anda jika Anda tak bisa. Tentukan batasan untuk memberi waktu bagi diri Anda dan patuhi batasan-batasan tersebut!

8. Ambillah hari libur secara rutin

Baru saja tahun ini aku menghilang selama 3 hari penuh dari pekerjaan. Tidak ada komunikasi dengan kontak bisnis atau staf tercinta. Tidak ada email jenis apapun. Aku mengatur agar blog, publikasi, dan perusahaan pemasaranku berjalan secara otomatis selama waktu relaksasi dan perenungan ini.

Anda harus mengambil waktu sejenak untuk menjauh dari bisnis Anda untuk menghindari kejenuhan. Jika tidak, Anda seperti seorang pelaut di lautan, terus menerus melihat air biru yang sama, begitu merindukan dan mencari-cari daratan setiap saat hanya agar Anda bisa mengalami sesuatu yang baru dan seru.

Anda mungkin berpikir bahwa usaha Anda tidak bisa berjalan tanpa Anda, dan mungkin memang selamanya pun tidak bisa. Namun jika Anda tidak menghela nafas sejenak dari rutinitas tiap-tiap hari ini barang sesekali, maka Anda sedang mengarahkan diri Anda untuk masuk dalam jebakan sindrom kejenuhan wiraswasta, beserta semua perasaan kegagalan, penyesalan, dan kekecewaan yang mengikutinya!

Bagaimana cara Anda menghindari kejenuhan dalam berwiraswasta?

Gabung milis kami!

Gabung ke milis kami untuk menerima tips bisnis mingguan.

Terima kasih - mohon dicek email inbox anda untuk mengkonfirmasi pendaftaran

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*